UINSU Medan Terima Penghargaan dari Menteri Agama atas Capaian THE Sustainability Impact Ratings 2026

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali mencatatkan capaian penting di tingkat internasional. Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menerima penghargaan dari Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., atas keberhasilan UINSU masuk dalam pemeringkatan dunia Times Higher Education Sustainability Impact Ratings 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Agama di hadapan para rektor dan wakil rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia pada Sidang Kelulusan UM-PTKIN 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Berdasarkan rilis THE Sustainability Impact Ratings 2026, UINSU Medan berhasil menempati peringkat 1001–1500 dunia. Capaian ini menjadi prestasi penting karena dari 58 PTKIN di Indonesia, hanya tiga perguruan tinggi yang masuk dalam daftar tersebut, yaitu UIN Sumatera Utara, UIN Sunan Kalijaga, dan UIN Raden Intan Lampung. Pencapaian ini menunjukkan perkembangan positif UINSU dalam memperkuat rekognisi internasional. Pada 2025, UINSU untuk pertama kalinya masuk dalam THE Sustainability Impact Ratings setelah 53 tahun berdiri, dengan posisi 1500+. Kenaikan peringkat pada 2026 menjadi bukti adanya peningkatan mutu dan pengelolaan yang berkelanjutan, sejalan dengan visi UINSU sebagai perguruan tinggi unggul yang diakui secara global.

Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama berbagai unsur, mulai dari Kepala Pusat WUR Dr. Irwan Fadli, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), sivitas akademika, dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan.Menurut Prof. Nurhayati, setiap upaya yang dilakukan untuk kemajuan UINSU merupakan bagian dari pengabdian kepada agama, negara, dan bangsa dalam naungan rida Allah SWT. Rektor juga menginstruksikan para dekan, direktur, dan kepala lembaga di lingkungan UINSU untuk terus memperkuat mutu dan kualitas layanan. Dalam tiga tahun terakhir kepemimpinan Prof. Nurhayati, UINSU telah meraih Akreditasi Institusi Unggul pada 2024. Selain itu, 50 persen program studi di UINSU telah memperoleh akreditasi Unggul dari BAN-PT, LAMDIK, maupun LAMEMBA. UINSU juga berada pada peringkat ketujuh nasional dalam kategori publikasi bereputasi.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Namun, ia juga mengingatkan seluruh pimpinan PTKIN agar capaian rekognisi internasional tidak membuat perguruan tinggi keagamaan melupakan peran utamanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah yang melayani umat. Menag berpesan agar perguruan tinggi tidak hanya melahirkan mahasiswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesalehan, kapasitas keilmuan, dan peran nyata sebagai cendekiawan di tengah masyarakat. Ia juga mendorong PTKIN untuk mencetak mubalig yang andal, berdampak, dan mampu menjadi penerang bagi kehidupan umat. Selain itu, Menag menekankan pentingnya lulusan PTKIN menjadi imam dalam kehidupan masyarakat. Makna imam yang dimaksud tidak terbatas pada pemimpin salat, tetapi juga sebagai sosok yang mampu membimbing, mengarahkan, dan memberi pencerahan bagi umat untuk meraih kebaikan di dunia dan akhirat.